Thursday, June 08, 2006

SajaK - saJak keTeRasinGan daN bAit - BaiT kemAtiaN...



Tentang Malam

Tak pantas kiranya aku tidur pada suatu malam
Dimana jiwaku tengah berkabung
Dan malam gencar menyuguhkan hujan yang tak henti-henti
Bersama petir dan bau kematian.


Galian kubur itu semakin dalam
Yang mati telah merambat pada sisi keheningan ku
Yang Kau titipkan tempo dulu


Aku sendiri tak pernah membaca
Mengapa aku akan menderita
Mungkin karena wajah ibu yang terlupakan
Atau wajah ayah yang tertindih kegelapan


Hanya malam ini pun
Tepat hambamu harus tahajjud
Malah aku gunakan untuk mendengarkan khotbah yang dibacakan kegelapan
Menyayat roh ku hingga tunas tunas baru tumbuh
Segala cahaya berlarian


* oleh : Sahmawi A. Su`udi
diambil dari Majalah Annida `98





Memasuki Negeri Asing


Memasuki negeri asing
Sulit aku membedakan antara orang tua dan anak
Keduanya seperti tak saling mengenal
Berlarian di buru kecemasan


Memasuki negeri asing
Sulit aku membedakan antara yang benar dan salah
Keduanya begitu samar berjumpalitan di sepanjang jalan
Nurani luka luka


Memasuki negeri asing
Betapa jauh jarak kita, tuhan


* oleh : Jumari HS.
Diambil dari Majalah Annida `98



Bukan Perkara Asing

Bukanlah perkara asing, negeri Syam dan Yaman
Sesungguhnya yang asing adalah liang lahat dan kain kafan.


Perjalananku sangat jauh, sedangkan bekalku
Tak dapat mengantarkan ku sampai kesana
Bagianku tidak akan hilang
Namun kematian selalu mencariku


Biarkan aku meratapi diriku
Dan aku putuskan hari- hari
Dengan kenangan dan kesedihan


Sangat berat rasanya ketika aku Naza` ( dicabutnya nyawa)
dan kematian menarik ku denagn seluruh keringat tanpa pelan pelan



Mereka lalu menutupkan mataku
Lalu semua pergi dan pulang kembali
Setelah mereka merasa putus asa
Dan bersungguh sungguh dalam meberikan kain kafan


Mereka lalu menyalati ku tanpa rukuk dan sujud
Semoga Allah mencurahkan Rahmat Nya kepadaku


Mereka meletakkan aku kedalam kubur pelan pelan
Dan menempatkan aku sendirian
Sebagian mereka ada yang memasukkan aku ke liang lahat
Seraya berkata: taburkan tanah di atasnya!


Mereka telah memperoleh keuntungan
Yaitu pahala daari Dzat yang Maha Kasih dan banyak memberi Anugrah


Di dalam kubur itu tak ada lagi ibu dan ayah
Dan saudara yang menemaniku


Setelah keluargaku membagi harta warisanku
Mereka lalu pergi


Dosaku menjadi sangat memberatkan
Di atas punggungku


Oleh sebab itu, jangan lah kamu terperdaya
Oleh dunia dan keindahannya
Dan lihatlah perbuatannya dalam keluarga dan tanah air


Wahai diri! Tahanlah dari berbuat maksiat
Dan lakukanlah perbuatan yang baik
Semoga Allah memberikan rahmatNya kepadaku.



* diambil dari buku : manajemen kalbu. hal 71-73.

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

<< Home